21 Nov 2009

Wasit dan wasit...

Kegagalan Irlandia menuju pentas piala dunia 2010 di Afrika Selatan memang sangat terasa sedih yg dirasakan pemain Irlandia tersebut. Bagaimana tidak sedih, gara2 gol kontroversial Henry yg menggunakan tangannya agar bola tidak keluar lapangan lalu diumpan kepada Gallas dan berbuah gol. Reaksi pemain Irlandia pun langsug memprotes keputusan wasit. Karena Henry menyentuh bola dengan tangan aktif ( dengan sengaja ).Alhasil Irlandia pun kalah 1-0 atas Perancis. wasit yang memimpin pertandingan tersebut adalah Martin Hansson.


"Laga ini dipimpin wasit yang sangat tegas. Bukan pemain yang mendatangi wasit, tapi wasitlah yang wajib menanyakan hal itu pada pemain. Jika ini dilakukan, Trap yakin pemain akan dengan jujur mengakui".
Image and video hosting by TinyPic
terlihat jelas bagaimana Henry dengan sengaja menyentuh bola. Jelas ini tanggung jawab wasit, bukan pemain, karena pemain pun boleh bermain kasar, tidak fair play, tapi ini ada wasit, seseorang yg bersikap netral dalam pertandingan. Tidak mendukung siapa pun. Tetapi pemain yang bersangkutan pun mengakui apa yang telah ia lakukan. sang kapten Prancis, Thiery Henry sendiri justru menilai laga ulang adalah solusi yang paling adil. Wasit mempunya peran vital dalam sebuah pertandingan.
Hal ini lah yg ingin saya bahas di blog saya ini.Wasit mempunya sudut pandang yg berbeda, wasit utama maupun hakim garis, seharusnya wasit hakim garis bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di area kotak pinalti, jangankan hakim garis, pelatih Irlandia yaitu Trapatoni pun bisa melihat dengan jelas, padahal ia berdiri didekat tempat duduk pemain cadangan yg jaraknya lebih jauh dari pada hakim garis, dan ia pun langsung memprotes keputusan wasit. Akhirnya keputusan FIFA, permintaan Irlandia untuk menggelar pertandingan ulang tidak disetujui, karena keputusan wasit sudah bulat. Di dalam Law Of The Game telah disebutkan bahwa keputusan wasit ada mutlak, tidak bisa ada pertandingan ulang. Bisa menimbulkan kekacauan bila menggelar pertandingan ulang.
Pertandingan ini memang sarat dengan emosi karena salah satu tim yg memenangkan pertandingan ini akan lolos ke putaran final piala dunia 2010. Apakah wasit memihak kepada Perancis?
Hal ini bukan yg pertama untuk urusan wasit memihak tim atau tidak. Pertandingan lainnya di Piala Dunia 2002 Korea & Jepang sewaktu itu Italia vs Korea , pertandingan tersebut di pimpin oleh wasit Byron Moreno dari Ekuador. pertandingan tersebut banyak sekali terdapat permainan kasar yang dimainkan oleh Korea. Wasit jarang sekali memberikan Italia tendangan bebas, padahal jelas2 pemain korea menggunakan sikut, melanggar dengan keras, tetapi wasit meneruskan pertandingan. Ada peluang didepan gawang Italia, tetapi bola tersebut menjauh dari striker Korea tersebut pada saat itu pemain Korea pun mengambil “kesempatan” untuk menendang kepala Maldini. Wasit pun meneruskan pertandingan, tidak memberi peringatan kepada pemain Korea yg sudah melakukan prilaku yg sangat tidak fair play dalam sepakbola. Yang paling parah menurut gue sewaktu totti memasuki area pinalti Korea, totti jelas2 dilanggar keras sehingga jatuh, tetapi wasit malah memberi toti kartu kuning karena dianggap totti melakukan diving. Karena itu kartu kuning kedua totti, totti pun mendapat kartu merah. Laga pun dimenangkan oleh Korea memalui golden goal.

Spanyol vs Korea pun hampir sama seperti laga Italia vs Korea, dimana wasit memihak kepada Korea. Saat pemain spanyol memasuki area pinalti dari samping kiri pertahanan Korea dan mengumpan dan terjadi gol, jelas sekali bola belum kluar dari lapangan, tetap hakim garis mengangkat benderanya sehingga gol dianulir.Kejadian yg seharusnya tidak terjadi offside, tetapi terjadi, padahal terlihat jelas pemain Spanyol tersebut tidak dalam posisi offside. Korea juga banyak bermain kasar, tidak mengindahkan Fair Play yg dijunjung tinggi dalam sepak bola. Mengapa bisa terjadi kasus seperti ini? Apakah suap menyuap terjadi sebelum pertandingan? Anda bisa melihat dari video yg saya posting bagaimana wasit jelas2 memihak kepada tuan rumah.

Mengapa tidak ditindak lanjuti? Terlihat jelas bagaimana kekecewaan yang diterima, mereka kalah bukan karena mereka bermain jelek, bukan karena mereka tidak bisa menjaga pertahanan mereka dengan baik, tetapi mereka kalah karena pihak ketiga, yaitu wasit. Padahal wasit yg bisa memimpin pertandingan setara Piala Dunia dipilih berdasarkan prosedur-prosedur yg sangat ketat. Tetapi ketika dilapangan mengapa wasit bisa bertindak tidak adil. Akan sangat merugikan sekali bila wasit memimpin pertandinga seperti itu. Apakah FIFA tidak bisa bertindak untuk menindak lanjuti wasit yg memimpin pertandingan, walaupun hasil pertandinga sudah bulat.

1 komentar:

Randy mengatakan...

ngeri om kok masalah gini gak dimasalihan deh?
padahal udah tingakat dunia.
mampir2

http://randyrow10.blogspot.com/